Kabar Dunia

  • Home
  • Sehat
  • Islam
  • Onstore
  • Tips
  • Unik Aneh
Home » Renungan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 November 2015

Inspirasi - Ketika Bob Sadino Dikira Tukang Sampah di Gedung Kantor Miliknya

inspirasi ketika bob sadino dikiran tukang sampah di gedung kantor miliknya

Inspirasi - Ketika Bob Sadino dikira tukang sampah di gedung kantor miliknya

Ini merupakan kisah nyata yang dialami Bob Sadino yang dikira tukang sampah oleh seorang wanita yang sedang duduk-duduk di taman pribadi yang terletak di gedung perkantoran miliknya.

Kita semua tau bahwa Bob Sadino adalah orang yang berpenampilan sangat sederhana dan terkenal dengan ciri khasnya yang selalu mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek, bahkan ketika bertemu dengan presiden maupun pejabat negara sekalipun.

Berikut ini kisah nyata Bob Sadino yang sangat menginspirasi.

Kisahnya

Suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.

Karena masih sepi, mereka pun duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati hamparan hijau nan asri.

Selesai makan, si wanita membuang sembarangan tisu bekas pakai.

Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting untuk memotong ranting. Si kakek itu menghampiri dan memungut sampah tisu itu, membuangnya ke tempat sampah.

Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang lagi tanpa rasa sungkan, kakek itu pun dengan sabar memungut dan membuangnya ke tempat sampah.

Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantang berkata ke anaknya,”Nak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia, Jelas, ya?”

Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, “Permisi, ini taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk kesini ?” Wanita itu dengan sombong menjawab, “Aku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.”



Di waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sangat sopan dan hormat menghampiri sambil berkata, ”Pak Presdir, hanya mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.”

Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu, dia berkata tegas, “Manager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.”

Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, “Baik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.”

Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak, “Nak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah".

Si Wanita tertunduk malu, tanpa berani memandang si kakek. Kakek itu adalah Bob Sadino, yang kedudukannya adalah Presiden Direktur di perusahaan tersebut.

Pelajaran penting dari cerita ini

Hargailah setiap orang yang anda temui, walaupun penampilan mereka biasa-biasa saja. Penampilan seseorang belum tentu (bahkan seringkali) menggambarkan kedudukan sosialnya.

Jangan pernah menghina orang yang kondisi keuangannya di bawah anda, karena suatu saat orang tersebut bisa saja berada di atas anda. Setiap orang layak untuk dihargai, terlepas dari kedudukan, suku, agama dan kondisi keuangannya.

Semoga artikel ini bisa menginspirasi anda menjadi manusia yang lebih baik lagi.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
21.49

Sabtu, 17 Oktober 2015

Cerita Haru Orang-Orang Berjuang Hidup dan Tinggal Bersama Hewan

cerita haru orang-orang berjuang hidup dan tinggal bersama hewan

Cerita Haru Orang-Orang Berjuang Hidup dan Tinggal Bersama Hewan

Hidup dalam keadaan serba susah nyatanya semakin mewabah di era sekarang ini, khususnya di Indonesia. Banyak dari masyarakat Indonesia hidup luntang-lantung dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencari sesuap nasi atau sekedar tempat berlindung.

Ya, beberapa dari mereka yang terbilang nasibnya kurang mujur ini pun terpaksa harus tinggal di sebuah bilik berukuran sempit. Di sebuah emperan toko, atau bahkan tinggal berdampingan dengan hewan yang tempatnya sudah pasti terbilang tak layak.

Mereka hidup dengan suka duka, sembari mencari sela untuk bisa mendapatkan uang dengan tugas apapun dilakukan, serta mungkin menunggu keajaiban hidup layak datang menghampirinya, yang entah kapan terealisasi.

Bagaimanakah kisah harunya? Berikut cerita orang-orang hidup dan tinggal bersama hewan:

1. Miris, janda & anak gadisnya ini tinggal di bekas kandang babi


2. Tak punya rumah, Pasutri ini 2 tahun tinggal di kandang kambing


3. Tak punya uang, satu keluarga tinggal di kandang kerbau


4. Kisah nyata Bripda Taufiq, tinggal di rumah bekas kandang sapi


Nasib orang tidak ada yang tahu. Dari sebuah kandang Sapi yang dijadikan tempat tinggalnya bersama keluarga, Muhammad Taufiq Hidayat berhasil lolos menjadi anggota polisi. Dengan segala keterbatasan ekonomi, Taufiq tetap bersemangat untuk mewujudkan cita-cita menjadi seorang polisi. Keinginan menjadi polisi sudah muncul ketika dia masih duduk di bangku SMP.

Saat itu dia melihat sosok polisi adalah sosok yang gagah dan berwibawa. Terlebih lagi seragam coklat dan baret di kepala membuat Polisi menjadi terlihat keren. "Jujur saja dulu melihat hanya dari kasat mata, polisi itu berwibawa, apalagi kalau pas lagi pakai seragam," kata Bripda Taufiq di Gedung Shabara Polda DIY, Rabu (14/1).

Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan sempat membuatnya berkecil hati untuk mendaftar sebagai polisi. Pasalnya, dia banyak mendengar cerita bahwa untuk lolos sebagai polisi harus menyediakan uang yang jumlahnya bisa mencapai ratusan juta. Namun berkat dorongan sahabatnya dan ayahnya, dia membulatkan tekad untuk menjadi polisi telah lulus SMA. "Ya diniati, pokoknya harus jadi polisi," ujarnya.

Saat menginjak kelas 3 SMA, dia pun giat melatih fisiknya. Dia pun bergabung dengan ekstrakurikuler Pramuka yang kemudian mengenalkannya pada Saka (Satuan Karya) Bhayangkara. Di sana dia mendapatkan banyak pengalaman berharga yang digunakannya saat mendaftar polisi. "Kalau akademik untuk Psikotest saya nggak pernah belajar, cuma latihan fisik saja persiapannya," tutur pria kelahiran 20 Maret 1995 tersebut.

Sebelum tes, dia mengaku melakukan puasa Senin-Kamis. Dia juga meminta restu dan support dari ayahnya saat hendak mendaftar. Bahkan dia meminta ayahnya untuk ikut berpuasa. "Ya saya minta bapak juga puasa, alhamdulillah bapak mau," tambahnya.

Usahanya pun tak sia-sia, saat pengumuman hasil test, dia begitu kaget ketika tahu dirinya diterima. Dia merasa seperti mimpi bisa menjadi seorang polisi. "Pas pengumuman sama bapak, saya minta bapak nampar saya, ternyata bukan mimpi. Bahkan waktu sampai SPN saya masih nggak percaya," ungkapnya.

Taufiq tinggal bersama tiga adiknya di sebuah rumah bekas kandang sapi berukuran 7x4 meter. Ayahnya hanya seorang buruh penambang pasir, sementara ibunya sudah lama berpisah dengan sang ayah. Sudah dua tahun ini Taufiq tinggal di rumah itu bersama ayahnya dan tiga orang adiknya. Bau busuk kotoran sapi yang menyengat sudah tidak lagi terasa baginya. Rumah tersebut dibangun oleh ayahnya setelah berpisah dengan ibunya dua tahun lalu. Meski hanya bekas kandang sapi, mereka tetap harus membayar sewa tanahnya.

"Itu tanah khas desa jadi tetap harus bayar, dulu saya punya rumah di Jongke juga, tapi dijual setelah orang tua berpisah," ujarnya.

Saat malam tiba, Bripda Taufiq tidur bersama dengan tiga adiknya di dalam rumah. Sementara ayahnya tidur di bak mobil tua miliknya yang biasa dipakai untuk menambang pasir. "Nggak ada tempatnya, jadi bapak tidur di bak mobil," katanya singkat.

Saat masih sekolah, dia merasa tidak tega melihat ayahnya yang selalu tidur beratapkan langit. Setelah dia bekerja sebagai staf perpustakaan di SMK 1 Sayegan tempat dia dulu mengenyam pendidikan, dia memilih tidur sendirian di perpustakaan sekolah supaya ayahnya bisa tidur di dalam rumah.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
15.43

Jumat, 02 Oktober 2015

Karena Menolak Berhubungan Intim Dengan Bos, Dua Wanita Ini Dipecat

karena menolak berhubungan intim dengan bos, dua wanita ini dipecat

Karena Menolak Berhubungan Intim Dengan Bos, Dua Wanita Ini Dipecat

Kisah nyata ini bisa menjadi cermin agar Anda makin berhati-hati, terutama di tempat kerja. Berita terbaru menyebutkan bahwa seorang bos pria berjanji menaikkan jabatan dua pegawai wanitanya dengan syarat mau berhubungan intim dengannya. Karena menolak, dua wanita ini justru dipecat.

Bos Berbuat Kurang Ajar dan Tidak Sopan

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, Diana Nicholl - Pierson (24 tahun) melaporkan bosnya yang bernama Darren Scott (53 tahun) pada pihak berwajib. Diana melaporkan bahwa bosnya dengan sengaja menyentuh paha dan bokongnya. Yang menyedihkan, Diana justru dipecat dari pekerjaannya karena dianggap kinerjanya buruk.

Sementara itu, Anna Mazover (29 tahun) bersama Diana mengatakan bahwa mereka dipecat oleh Darren karena menolak melakukan threesome (hubungan intim bertiga) di sebuah apartemen mewah. Mereka berdua dijanjikan kenaikan jabatan dan uang hampir Rp 2 miliar. Padahal, Darren Scott adalah pria yang sudah menikah.

Jauh sebelum ajakan tersebut, Darren sering memuji bentuk tubuh keduanya secara vulgar. Bahkan sang bos pernah terang-terangan mengajak Anna pergi ke klub penari telanjang dan menganggap Anna (maaf) wanita gampangan. Kedua wanita yang bekerja di Entico Corporation Ltd tersebut tidak tertarik dengan iming-iming uang atau jabatan, sehingga mereka menolaknya.

Dipecat Karena Menolak Hubungan Intim

Tidak tahan dengan tindakan tak sopan dan vulgar dari bos mereka, Anna dan Diana melaporkan Darren pada pihak berwajib. Sayangnya, Darren mencoba menarik tuduhan itu dengan memecat keduanya. Saat ini, Anna dan Diana memperjuangkan hak-hak mereka karena sudah dipecat dengan alasan tidak masuk akal.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama Anda yang bekerja di sebuah perusahaan. Kita tidak menutup mata bahwa kasus ini terjadi juga di perusahaan lain, bahkan di Indonesia. Maka berhati-hatilah! Anda harus tahu Cara Menghindari Pelecehan Seksual di Kantor dan Tempat Kerja. Jika Anda mendapat perlakuan yang melecehkan dari atasan, jangan ragu laporkan ke bagian HRD atau pihak berwajib.

sumber : vemale.com
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
11.47

Sabtu, 12 September 2015

Pentingnya Mengajarkan Maaf Sejak Dini

pentingnya mengajarkan maaf sejak dini

Pentingnya Mengajarkan Maaf Sejak Dini

Tadi siang, pas janji makan siang dgn kawanku di salah satu warung di Jombang.

Seorang bocah 4 tahunan, berlarian di warung yg tdk terlalu besar itu, melompat, dan puncaknya, ia memainkan botol saos.. Dan terlempar..

Dramatisnya,
Takdir ALLAH , diantara banyaknya pengunjung warung, akulah yg terpilih kecipratan saos..

Pas! Kena kerudung ku!

Detik selanjutnya..
Si anak kena marah oleh ibunya..

Namun diantara puluhan kata marah yg terlontar ke anak itu, tak satupun ada instruksi sang bunda yg menyuruhnya meminta maaf..

Sekitar 30 menit setelahnya..

Saat akan meninggalkan warung, barulah sang bunda tergopoh-gopoh mendekatiku dan meminta maaf atas nama anandanya..

" Ngapunten nggeh mbak.. Niki anak kulo..". Ucapnya malu-malu.

" Oh, gpp mbak.. ". Jawabku.

Its clear.. Case close!

#

Aku gak sakit hati lantaran aksi anak 4 tahun itu.

Aku dah terbiasa berada ditengah hingar bingar kelakuan aktif kreatif fantastis bombastis anak-anak kampung dan anak kompleks yg suka ngumpul dirumah kami
..

Apalagi kelakuan anakku yang sangattt.. Yaa.. Begitulah..


Yang menyedihkan adalah ketika seorang ibu, tak mengajarkan anak akan pentingnya meminta maaf sejak dini..

*

Saya dan suami, mengajarkan benar pentingnya minta maaf.

Urusan tidak dimaafkan oleh org yg kita dzalimi tanpa sengaja, adalah perkara nomer sekian..

Minta maaf dulu..!
Dimaafkan belakangan!

Pernah anakku uring-uringan, karena Laura, teman perempuan disekolahnya, yg digodanya sampai menangis,
Tak menerima maafnya sampai berhari-hari..

Sebatang coklat dari Thoriq, pun tak meluluhkan ngambek Laura..

" Cewek emang gitu mas Thoriq.. Yang penting udah minta maaf..".

Nasihat abinya. Dan dia tersenyum.

Bagian ini, sudah masuk fase pembicaraan lelaki. Saya ga ikut-ikut biasanya.


Begitulah..

Keluarga kami berusaha keras belajar tentang Pentingnya meminta 'Maaf'.

**

Saya mengenal sebuah keluarga yg terlalu meremehkan kata 'maaf'.

Salah satu pemuda dari keluarga itu, jadi produk nyata, betapa buruknya tak pernah diajarkan meminta maaf sejak kecil, terutama oleh ibu..

Ibu dan anak, akhirnya sama-sama terbiasa..

Sang anak, terbiasa gak tau cara meminta maaf atas semua tingkah lakunya yg merugikan orang lain..

Sebaliknya, ibundanya, pun sangat terlatih.. Memintakan maaf, atas nama anandanya..

Dari kecil..
Sampai dewasa..

Semua kesalahan anandanya, sang ibunda, selalu pasang badan untuk meminta maaf..

Lengkap sepaket..

Sang ibunda yg pasang badan
Sang ibunda yg cari akal ,
Sang ibunda jg yg putar otak untuk menyelesaikan setiap persoalan buruk yg dikerjakan anaknya..

Dan anaknya..

Hanya menjadi manusia besar badan..

Tapi tak bisa menghadapi kehidupan..
Tak terbiasa menyelesaikan persoalan..

Seiring waktunya, hidupnya hanya jadi trouble maker..

Mungkin sekarang aman..

Ibunda masih berdiri disana dan pasang badan..

Entah kelak bagaimana jadinya..

Jika ibunda tak ada..

Dan dia tak punya pengalamanan untuk berkata:

Maaf..

Entahlah..

Dan aku tak mau itu terjadi pada anakku..

Terutama karena dia laki-laki..

Dia akan jadi kepala keluarga..
Yang harus siap memimpin setiap penyelesaikan semua persoalan dalam rumah tangganya..

Yana
*menulis adalah menasehati diri sendiri


sumber : Facebook Yana Nurliana
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
06.21

Renungan Bagi Suami : Hargai Istrimu Karena Dia Bukan Pembantu

renungan bagi suami : harga istrimu karena dia bukan pembantu


Renungan Bagi Suami : Hargai Istrimu Karena Dia Bukan Pembantu

Dalam sebuah pernikahan itu seharusnya dari awal memiliki komitmen yang baik. Saling mengerti dan memahami antara tugas, hak dan kewajiban suami serta istri. Supaya tidak terjadi masalah-masalah yang sulit dalam sebuah rumah tangga yang telah dijalani.

Ketika pagi menyapa dalam keadaan buta, istri yang Anda cintai sudah terbangun. Ia mempersiapkan semua keperluan Anda sebelum beranjak kerja, kemudian membangunkan Anda dengan sentuhan lembut sepenuh cintanya.

Menyiapkan air hangat untuk mandi, sarapan agar tenagamu penuh, dan pakaian yang telah dicuci bersih, disetrika rapih, dan disemproti minyak wangi. Iya, istri Anda melakukan itu sejak hari pertama pernikahan, hingga kini. Silakan hitung, berapa lama masanya? Berapa banyak yang harus ia korbankan untuk melakukan hal itu?

Setelah Anda pergi, yang sebelumnya dilepas dengan doa yang tak putus, senyum yang senantiasa merekah, wajah yang sumringah, dan salam lembut penuh doa, pahamilah satu hal; tengah mengantri sekian daftar kerjaan yang harus dikerjakan oleh istri yang Anda sayangi itu.

Rumah, harus segera dibersihkan. Mulai menyapu, mengepel lantai, jendela, merapikan kamar tidur, mencuci piring, pakaian, dan masih banyak pekerjaan ‘remeh’ lain yang tidak mungkin dan akan sangat melelahkan jika didetail satu persatu.

Setelahnya, ia bergegas untuk mempersiapkan sarapan anak-anak yang hendak beranjak ke sekolah.

Jika pun hanya satu anak; sadarilah bahwa ia tidak akan mau mengonsumsi makanan yang sama setiap paginya. Belum lagi jika anak kita lebih dari satu; pertama nasi goreng, kedua nasi uduk, ketiga lontong sayur, dan sebagainya.

Bukankah itu amat melelahkan dan jauh lebih banyak dari tugas Anda di kantor mana pun anda bekerja dengan jabatan setinggi apa pun?

Lalu, setelah istri Anda satu-satunya itu seharian menyelesaikan pekerjaan rumahnya, di senja hari Anda pulang dengan membawa lelah, ia pun harus mempersiapkan diri dengan penampilan terbaik untuk menyambut Anda.

Pasalnya, jika Anda pulang sementara keadaannya awut-awutan tak jelas, ekspresi Anda langsung kecut, cemberut, dan tak ‘berminat’ dengannya!

Maka, jika Anda ingin belajar menjadi suami yang baik, cobalah pahami posisi dan kesibukannya yang padat merayap itu. Cukup memahami, jika Anda tak kuasa menggerakkan anggota badan untuk membantu sebab merasa sudah sibuk di luar dan cukup dengan peran sebagai pencari nafkah.
Dengan pemahaman yang baik, saat pulang di senja hari saat rumah berantakan itu, minimal Anda tidak akan mengatakan dengan nada Bos, “Kamu ngapain aja sih? Tahu gak kalau Aku tuh kelelahan? Seharian mencari nafkah untuk kamu dan anak-anak. Ngertiin Aku dong!?”
Sebab, istri Anda adalah pendamping hidup, belahan jiwa, penasihat yang bijak; bukan pembantumu!

sumber : tribunnews.blogspot.com
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
06.00

Sebuah Renungan Menjelang Hara Raya Idul Adha

sebuah renungan menjelang hari raya idul adha

Sebuah Renungan Menjelang Hari Raya Idul Adha

Merokok
1 Hari Rp. 12.000 / Bungkus
1 Bulan Rp. 360.000
1 Tahun Rp. 4.320.000

QURBAN SETAHUN SEKALI BILANG GAK MAMPU??
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Unknown
05.48
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Kategori

  • Anak
  • Bahaya
  • Berita
  • Cantik
  • Dunia
  • Facebook
  • Heboh
  • Internasional
  • Islam
  • Kata Mutiara
  • Keajaiban
  • Kisah Sukses
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Langsing
  • Miris
  • Olahraga
  • Onstore
  • Pejabat dan Pengusaha
  • Polisi
  • Pria
  • Renungan
  • Sehat
  • Selebriti
  • Serba Serbi
  • Suami Istri
  • Teknologi
  • Tips
  • Unik & Aneh
  • Video
  • Wanita

Entri Populer

  • Renungan Bagi Suami : Hargai Istrimu Karena Dia Bukan Pembantu
  • Tips Diet Ala Korea Menggunakan Pisang dan Cuka
  • Wajib Baca! Kenapa Orang Gila Jarang Sakit?
  • Artis Cantik Syahrini, Dulu di Bully Sekarang Jadi Hits
  • Wanita Sudah Pernah Bercinta Atau Belum, Bisakah Dilihat Ciri-Cirinya?
  • Artis Kadek Devie Menikah Dengan Perwira Polisi
  • Istri Durhaka! Suami Bekerja, Ia Selingkuh
  • Kisah Hijrah Nabi Muhammad
  • Onstore : Revolusi Toko Online Omset Milyaran
  • 'Pesan Tersembunyi' di Balik Logo Tersohor Dunia
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2013 Kabar Dunia - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates